Friendster Banting Setir Jadi Situs Hiburan Sosial untuk Game dan Musik

Sabtu, 30 April 2011

Ringkasan ini tidak tersedia. Harap klik di sini untuk melihat postingan.

Gadis Berseragam Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Foto Bugil di Depan Kaca

Jumat, 29 April 2011

DETIKPOS.net - Gadis berseragam praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) berpose di depan kaca.

Gadis tersebut foto menggunakan kamera handphone. Dari leher hingga kaki terlihat tanpa sehelai benang.

Sebagaimana diberitakan, beredar foto gadis bugil berseragam IPDN di dunia maya.

Foto yang beredar tersebut terdiri dari puluhan foto yang menampilkan seorang gadis manis berseragam IPDN bersama teman-temannya dalam sebuah acara.

Setelah itu, gadis yang belum diketahui namanya tersebut berpose setengah bugil. Dia menanggalkan pakaiannya hingga akhirnya bugil secara keseluruhan. [inilah/ris]


Blog Berita Indonesia

Tolak Uji Materi UU Pornografi, Mahkamah Konstitusi (MK) Bolehkan Video Mesum Pribadi

Rabu, 27 April 2011

DETIKPOS.net - Pembuatan video adegan mesum pribadi dengan dalih hanya untuk disimpan dan kepentingan sendiri tetap diizinkan Mahkamah Konstitusi (MK). Ini diakibatkan majelis hakim MK menyatakan menolak permohonan uji materi Undang-Undang (UU) Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, Jakarta, Selasa (26/4).

Permohonan itu diajukan oleh pengacara Farhat Abbas bersama LSM Hukum Jamin Rakyat (Hajar). Farhat bersama LSM tersebut, awalnya, menganggap penjelasan Pasal 4 ayat 1 dan Pasal 6 harus dihapus dari UU 44/2008 karena bertentangan dengan Pasal 28j ayat 1 dan 2 serta Pasal twenty-nine ayat 1 UUD 1945.

Hal tersebut dilakukan karena pemohon menganggap penjelasan pasal tersebut telah menjegal penjeratan hukum UU Pornografi atas pembuatan video mesum yang melibatkan pesohor Ariel (mantan vokalis Peterpan), Cut Tari, dan Luna Maya. Ariel saat ini divonis hukuman tiga tahun enam bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Bandung sejak akhir Januari ini

Penjelasan pasal itu dianggapnya menjadi celah hukum. Padahal, tindakan itu merupakan hal terlarang dan mengganggu perkembangan moralitas bangsa. Selain itu, pemohon menganggap antara pasal berserta penjelasannya saling bertentangan.

"Menurut Mahkamah, antara pasal dan penjelasan pasal tersebut bukanlah hal yang bertentangan melainkan pembatasan atau pengecualian," ujar Hakim Konstitusi Achmad Fadlil Sodiki yang membacakan pendapat mahkamah, Selasa (26/4). [mediaindonesia/ris]

Blog Berita Indonesia

Video Madin Mohammad, Bocah Ajaib Bak Ronaldo & Zidane

Senin, 25 April 2011

DETIKPOS.net - Madin Mohammad bisa dibilang masih bocah ingusan. Tetapi, kemampuan bocah enam tahun itu dalam mengolah bola tidak ubahnya seperti pemain bintang Real Madrid Cristiano Ronaldo.

Warga Prancis keturunan Aljazair itu disebut-sebut menjadi incaran Real Madrid dan Chelsea. Melihat kehebatannya, wajar saja klub papan atas itu mengincar bocah ajaib yang disebut-sebut sebagai New Ronaldo atau New Zidane itu.

Gaya permainan sepakbola Madin memang mengundang decak kagum. Kemampuannya menggocek bola dan melewati adangan para pemain mengingatkan kita pada sejumlah pemain bintang sekelas Zinedine Zidane, Ronaldo atau Lionel Messi. Madin bahkan bisa melewati adangan orang dewasa dengan trik-trik gerakan kaki yang lincah seperti Ronaldo, atau memutar badan layaknya Messi atau Zidane saat mengecoh dan melewati lawan.

Kelincahan, speed, dan energy juga di atas rata-rata pemain bocah seusianya. Sebagaimana Zidane, Madin Mohammad berdarah Aljazair. Orangtuanya hijrah ke Prancis dari negara di kawasan utara Afrika tersebut ketika Madin masih tiga tahun. Madin kemudian mendapatkan beasiswa dari Asosiasi Sepakbola Prancis.

Nama Madin menjadi terkenal setelah acara Tlfoot di televisi Prancis TF1 menayangkan rekaman Madin saat bermain sepakbola dengan teknik-teknik yang mengundang decak kagum para penontonnya. Sebelumnya, orangtua Madin masih menyembunyikan anak mereka itu dari media massa karena khawatir ekspose berlebihan akan berpengaruh negatif terhadap perkembangan dan kemampuan si bocah ajaib itu dalam mengolah si kulit bundar.

Christian Lazaoui, Ketua Umum Roubaix, klub lokal Madin sebagaimana dikutip Sunsports mengungkapkan, Dia punya bakat yang luar biasa. Dia bermain sepakbola setiap hari dan punya gairah yang sangat besar terhadap sepakbola.

Aksi brilian yang memukau dan mengundang decak kagum para pecinta sepakbola yang melihatnya telah beredar di situs YouTube. [inilah/ris]

Inilah Video Madin Mohammad:



Blog Berita Indonesia

Sora Aoi: Film "Panas" Itu Masalah Pilihan Profesi

Sabtu, 23 April 2011

DETIKPOS.net - Citranya sebagai pemain movie "panas" sudah kadung melekat, meskipun Sora Aoi juga membintangi film-film mainstream (bahkan kini juga mulai menyanyi). Saat mempromosikan movie Suster Keramas 2 selama tiga hari di Jakarta (Aoi tampil sebagai bintang tamu) pun, Aoi tampak enggan membahas kariernya sebagai bintang "panas".

Namun pada Kompas Female, Aoi menjelaskan mengapa menjadi bintang panas di Jepang tidak begitu dipermasalahkan. Apakah seseorang bermain movie serius atau movie panas, semuanya hanya masalah pilihan profesi saja. Dalam hal ini, perempuan pemainnya memerani movie dewasa karena mereka punya kebebasan dalam memilih jalan hidupnya. Toh, mereka sadar apa yang menjadi pilihan tersebut, lengkap dengan segala risiko dan tanggung jawabnya.

"Masalah kebebasan di Jepang sudah dikenalkan pada perempuan sejak mereka lahir hingga beranjak remaja. Saya joke begitu. Bahwa perempuan memiliki kemerdekaan dalam menggunakan hak-haknya, memang seharusnya seperti itu. Saya sih nggak tahu seperti apa bedanya di negara lain, tapi masalah diskriminasi perempuan itu seharusnya sudah tidak ada," papar Aoi melalui penerjemahnya, saat berkunjung ke redaksi Kompas.com, Kamis (21/4/2011) lalu.

Meskipun memiliki kemerdekaan penuh atas pilihan hidupnya, Aoi tak memungkiri bahwa perempuan Jepang tetap dituntut memegang teguh tradisi budayanya. Misalnya tradisi minum teh, hingga mengenakan pakaian tradisional untuk berbagai kesempatan. Reputasi ini sudah sangat dikenal oleh dunia, dan Aoi bangga dengan berbagai tradisi yang dimilikinya.

"Tetapi apakah semua orang harus seperti itu, tergantung masing-masing orang juga sih. Selama ini kami juga dibesarkan dengan didikan bahwa perempuan harus sopan waktu makan, atau memiliki tata krama. Ini memang menjadi daya tarik dari orang Jepang," tukas Aoi, yang mengaku masih melakukan berbagai tradisi itu hingga sekarang. [kompas/ris]

Blog Berita Indonesia

 
 
 
 
Copyright © HAUS BERITA
Using Xclear Theme | Bloggerized by Themescook